STIKes Santo Borromeus

Home Kampus STIKes Santo Borromeus

STIKes Santo Borromeus
Administrator | 23 Februari 2018 | 2178 | 10218 |


FALSAFAH
Sekolah tinggi ilmu kesehatan Santo Borromeus Bandung menyelenggarakan Pendidikan tinggi Kesehatan secara profesional dengan disiplin dan semangat imam kristiani, Siap mengabdi kepada masyarakat dengan mengjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan sesuai falsafah Pancasila,UUD 1945 dan Guiding principle of carolus Borromeus.
NILAI
Cinta Kasih Kristiani, Kesiap-sediaan, Kejujuran, Kesederhanaan, Keramah-tamahan, Tanggungjawab, Mutu Pelayanan terbaik.
FILOSOFI
Dharmaku Pujian Bagi-Mu

VISI DAN MISI

VISI
Menjadi Institusi pendidikan tinggi kesehatan bermutu yang menghasilkan insan berwawasan global dan berbelarasa demi keluruhan martabat manusia serta keutuhan alam Ciptaan.
MISI
STIKes menyelenggarakan perguruan tinggi dalam tatanan kehidupan akademik yang dilandasi nilai-nilai Kristiani dengan cara:
1. Menyelenggarakan pendidikan kesehatan yang bermutu.
2. Menyiapkan insan profesional pada bidangnya, beriman, berbelarasa kepada sesama yang dilayani, dan menjaga keutuhan alam Ciptaan.
3. Melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka meningkatkan martabat manusia,
4. Membina dan Mengembangkan jejaring kemitraan baik didalam maupun luar negeri dan,
5. Mengelola Pendidikan Kesehatan yang berlandaskan Good College Governance.
NILAI
KASIH, MANUSIAWI, DAN PELAYANAN YANG BERMUTU

TUJUAN

TUJUAN UMUM
Mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan bangsa melalui kegiatan pendidikan profesional bidang kesehatan sebagai perwujudan peran aktif Civitas Akademik STIKes Santo Borromeus.
TUJUAN KHUSUS
STIKes Santo Borromeus sebagai Lembaga Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dibidang Pendidikan, Penelitian, dan pengabdian pada masyarakat bertujuan:
1. Terwujudnya Sekolah tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus sebagai pusat pengembangan Iptek dalam bidang Kesehatan melalui pembentukan Kepribadian bangsa yang penuh kasih dan disiplin.
2. Dihasilkannya tenaga ahli dan terampil dibidang Kesehatan yang berjiwa Pancasila, Beriman, berkepribadian baik serta mempunyai kemampuan profesional, intelektual yang bermutu, berwawasan Nasional dan Internasional.
3. Terselenggaranya pendidikan dan pengajaran kesehatan yang mengacu pada kurikulum nasional, institusional maupun Internasional.
4. Dihasilkannya penelitian yang berkualitas khususnya pada bidang kesehatan sebagai sumbangsih perkembangan Ilmu pengetahuan demi kesejahteraan masyarakat.
5. Terlaksananya pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk peran aktif Lembaga dibidang kesehatan dalam rangka peningkatan kesehatan masyarakat.
SEJARAH
Dalam perjalanan sejarah terbentuknya sekolah tinggi ilmu kesehatan santo borromeus atau disingkat menjadi STIKEes Santo Borromeus telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk sejak pertama kali didirikan yaitu:
keberadaan pendidikan keperawatan santo borromeus dimulai sejak tahun 1926 yang dirintis oleh suster suster CB (Mulai dari pendidikan perawat/ opleiding van mantri - verpleegsters voor den algemeenen dieenst en voor het krankzinnegenwezen). Pada tahun 1953 sampai 1968 pendidikan perawat borromeus berubah menjadi sekolah pengatur rawat A (SPR A) Santo borromeus yang menerima siswa dengan dasar pendidikan SMP. Pada tahun 1968-1978 sekolah pengatur rawat A (SPR A) menerima siswa dengan dasar pendidikan SMA Yang kemudian mengalami konvensi menuju SPK (sekolah pendidikan kesehatan) pada tahun 1978. Tahun 1973-1979 menyelenggarakan pendidikan bidan.
Dalam perjalanan penyelenggaraannya, institusi pendidikan santo borromeus telah mendapat kepercayaan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan (Pusdiknakes melalui Depkes.prov. jabar)
pendidikan kebidanan sementara ditutup dan dibuka pada tahun 1982-1999 dan menjadi D I Kebidanan.
Akademi Keperawatan Santo Borromeus lahir melalui proses konversi dari SPK Menuju D III Keperawatan pada tanggal 10 November dengan SK Menteri kesehatan Republik Indonesia no .HK.00.06.1.1.4268.
Akademi Keperawatan Santo Borromeus telah mendapatkan ijin penyelenggaraan dari DIKTI Depdiknas melalui proses pengalihan pembinaan dari Depkes kepada DIKTI Depdiknas pada tanggal 30 desember 2004 dengan SK Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.209/D/O/2004.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan(STIKes )Santo Borromeus lahir melalui konversi dari Keperawatan (AKPER) Santo borromeus pada tanggal 30 november 2007 dengan SK Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.228/D/2007.
STRUKTUR ORGANISASI
Susunan anggota Senat STIKes Santo Borromeus
Ketua                   :Ns.Elizabeth Ari S,S.Kep,M.Kes.AIFO.
Anggota               :
 
                           1. Ns.Elizabeth Ari S,S.Kep,M.Kes.AIFO.
                           2. Ns.Lidwina Triastuti Listianingsih, M.Kep.
                           3. Paulus Budi Pamungkas, S.Pd.
                           4. Cindiana Cecilia, S.S
                           5. Ns.Susanti Niman,Sp.Kep.J.
                           6. Ns. Tina Shinta Parulian, Sp.kep.An.
                           7. Imelda Retna Weningsih, SST.MIK,M.kom
Nama dan Jabatan Pimpinan STIKes Santo Borromeus
Ketua                     : Ns.Elizabeth Ari S,S.Kep,M.Kes.AIFO.
Pembantu Ketua I   : Ns.Lidwina Triastuti Listianingsih, M.Kep.
Pembantu Ketua II  :Paulus Budi Pamungkas, S.Pd.
Pembantu Ketua III :Cindiana Cecilia, S.S
DAYA DUKUNG DAN KEKUATAN STIKes SANTO BORROMEUS
1. Tersedia lahan praktek di RS Borromeus Group milik PPSB sendiri taitu RS Santo Borromeus, RS Santo Yusup, RS Sekar Kamulyan, RS Cahya Kamuluyan mulai tipe D, C dan B dengan kapasitas 100-412 tempat tidur dengan BOR 85-100%.
2. Daya serap lulusan STIKes Santo Borromeus adalah 99-100% dengan masa tunggu 0 bulan. Lulusan telah pula bekerja pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan maupun pendidikan, baik pemerintah maupun swasta, didalam negri maupun diluar negeri.
3. Lulusan STIKes Santo Borromeus dapat langsung berkarya sebagai tenaga kesehatan dilingkungan UOP PPSB(Rumah Sakit Santo Borromeus, Rumah Sakit Santo Yusup, Rumah sakit Cahya Kawaluyan, Rumah sakit Sekar Kamulyan). Sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
4. YPKB(Yayasan pendidikan kesehatan Borromeus) memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap pelayanan sosial utamanya bidang kesehatan dan pendidikan kesehatan. Bentuk kepedulian tersebut dikonkritkan melalui komitmen dan suport system material.
5. Lembaga pendidikan STIKes Santo Borromeus memiliki komitmen yang tinggi untuk memenuhi penjaminan mutu internal dan eksternal dengan peringkat B BAN-PT
SISTEM PENDIDIKAN
1. STIKEes Santo Borromeus menyelenggarakan pendidikan bersadarkan KBK(Kurikulum berbasis kompetensi)dengan metode pembelajaran (Student Center Learning).
2. Setiap mahasiswa wajib menyelesaikan program:
        a. D3 Dengan bobot 110-120 SKS serta waktu tempuh minimal 6 semester maksimal 10 semester.
        b. S1 Dengan bobot 114-160 SKS serta waktu tempuh minimal 8 semester maksimal 14 semester.
        c. Program profesi Ners dengan bobot 36 SKS serta waktu tempuh 2 semester.
3. Satu tahun kuliah dibagi dalam dua semeseter yaitu semester ganjil dan semester genap.
4. semua kegiatan program pendidikan wajib diikuti oleh mahasiswa baik kegiatan tahap muka perkuliahan, laboratorium maupun praktek lapangan.
5. Pada akhir program, peserta didik membuat tugas akhir dalam bentuk penelitian.
6. Selama program pendidikan berlangsung mahasiswa diberi liburan sesuai ketentuan yang berlaku dan ditetapkan oleh institusi.